Pertempuran Hattin Juli 1187 M Dan Takluknya Yerusalem Okt 1187 M


Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Arnad/Reynald/Reynaud du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan semboyan “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah. Meskipun serangan ini gagal namun sudah membuat dunia islam gempar dan mencoreng reputasi Sultan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pelindung 2 kota suci Mekah n Madinah

Pergerakan Militer th 1187 M.

Daerah di arsir merah = Kekuasaan Reynal du Chattilon yang bernama Oultrejordain

Daerah di arsir Hijau = Kingdom of Jerusalem yang dipimpin Raja Guy of Lusignan dan Ratu Sybilla

Daerah di arsir kuning = Kekuasan istri Raymond III Tripoli

Daerah di arsir ungu di utara = Kekuasaan Raymond III Tripoli

- Sementara itu terjadi perundingan diantar pasukan Salib di Kastil Sephorie/Saffuriyah di utara Nazareth. Raymond III Tripoli yang merupakan pemimpin Latin/Salib paling cerdas dan merupakan pakar taktik terhebat di Yerusalem memberikan nasehat agar pasukan Salib menunggu saja dan bertempur di Yerusalem, kemudian menyerang dengan hebat dan melumatkannya sewaktu pasukan muslim sudah lelah dengan pengepungan. Namun ditolak oleh pemimpin salib yang lainnya dan memberikan ide untuk menyerang secara terbuka ke arah Tiberias.

Kedua belah pihak baik muslim atau kristen sama-sama memobilisasi pasukan dengan jumlah yang sangat besar. Di pihak Kristen terkumpul 18.000 – 20.000 pasukan di pihak muslimin juga kurang lebih sama. Pasukan Shalahuddin mulai menyeberangi Sungai Yordan yang berada di selatan Danau Tiberias pada akhir Juni 1187 M. Pada tanggal 2 Juli 1187 M terjadi serangan dan pengepungan Kota Tiberias yang dikuasai Raymond III Tripoli, namun hanya terdapat Count Eschiva yang merupakan istri Raymond III, hingga kota tersebut jatuh ke tangan muslimin. Sebenarnya penyerangan pasukan muslim ke Tiberias ini mengandung resiko yang sangat besar yaitu bisa terjepit diantara 2 kekuatan musuh yang besar yaitu Kerajaan Yerusalem dan Tiberias sebelum pasukan muslim mencapai kota Tiberias. Namun karena pergerakan militer yang cepat maka Kota Tiberias jatuh dan mengakibatkan terpancingnya pasukan salib keluar dari kastil2 mereka di Yerusalem untuk menghadapi Sultan Shalahuddin dan pasukan muslim di Danau Tiberias.

Tanggal 3 Juli 1187 M, semenjak sampai di daerah Turan sekitar 12 km sebelah timur Hattin pasukan salib yang merupakan sumber air terdekat, kuda2 tunggangan tidak mau meminum air dan para pasukan ada yang terus berangkat hingga ke Kafr Sabt/Caffarset dekat perkemahan muslimin. Hal ini sangat fatal karena pasukan sudah kelelahan dan haus apalagi di bulan Juli yaitu puncak musim panas. Shalahuddin kemudian memfokuskan pasukan di Caffarset dan meninggalkan sedikit pasukan di Tiberias, kemudian mulai menyerang pasukan salib. Pasukan salib banyak yang tidak mau meneruskan penyerangan menembus barikade depan muslimin . Sehingga terjadi perubahan rencana mendadak, pasukan salib yang bergerak ke arah timur ke arah Tiberias, kemudian berbelok ke utara dengan maksud melewati Bukit Hattin lalu menuju mata air Hattin yang berjarak 6 km atau langsung ke Danau Tiberias yang berjarak 12 km untuk mendapatkan sumber air melimpah untuk persiapan perang. Kemudian pasukan salib berkemah di Hattin malam 4 Juli 1187 M.

Sultan Shalahuddin dapat membaca hal ini kemudian memerintahkan Taqiyuddin untuk mencegat pasukan salib di dekat puncak Hattin (utara). Beliau sendiri akan menyerang dari tengah(timur) dan Muzafaruddin Gokbori dengan sayap kirinya menyerang dari arah belakang(barat) pasukan salib.